Rabu, 04 Januari 2012

INKAI TANAH BUMBU GELAR COACHING CLINIC

INKAI Tanah Bumbu pada hari Kamis (29/12) kedatangan tamu yang sangat istimewa. Betapa tidak, tamu yang dimaksud adalah salah satu anggota dari Dewan Guru INKAI yang juga Anggota di Bidang Pembinaan Prestasi PP INKAI Sensei Abdullah Kadir. Karateka INKAI DAN V ini berkunjung ke Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka Program Coaching Clinic yang dilaksanakan oleh INKAI Kabupaten Tanah Bumbu. Mantan Juara Dunia 2 Kali dan Juara 4 Kali SEA GAMES serta 2 Kali JUARA Asian Games ini hadir dan memberikan ilmu pengetahuannya kepada sekitar lebih 100 karateka INKAI dari berbagai sabuk dan tingkatan serta melatih KATA kepada atlet – atlet kata INKAI Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Sekretaris Umum INKAI Kabupaten Tanah Bumbu Senpai Ruspiansyah, kedatangan beliau dalam memberikan Coaching Clinic kepada atlet – atlet Tanah Bumbu adalah sebuah pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga bagi mereka. Mengingat pengetahuan akan dasar  KATA yang masih minim, dan apalagi INKAI Kabupaten Tanah Bumbu sebentar lagi akan mengikuti Kejurnas Karate Terbuka Piala SBY 2012, kedatangan beliau sangat dinantikan mengingat prestasi beliau yang sungguh luar biasa.

Di tempat terpisah, Anggota Dewan Pembina INKAI Kabupaten Tanah Bumbu Senpai Fawahisah Mahabatan, SE mengatakan, kedatangan beliau merupakan sebuah kehormatan dan sebuah prestasi yang membanggakan bagi INKAI Tanah Bumbu. Ini sebagai jawaban kepada khalayak dan masyarakat bahwa INKAI Kabupaten Tanah Bumbu memiliki komitmen besar dalam membangun mental  karate dan membangun motivasi atletnya untuk bisa mengembalikan kejayaan INKAI. Apalagi dalam segi keilmuan, kita sangat terbantu dan meraih pengetahuan lebih terutama KATA, ujar penyandang Pelatih A Nasional ini.

Di kesempatan berbeda, wasekum INKAI Kabupaten Tanah Bumbu, Ahmad Zaki, SE mengatakan bahwa dalam kurun waktu yang tidak begitu lama Sensei Abdullah Kadir akan kembali bukan hanya sekedar memberikan Coaching Clinic semata, melainkan akan melatih secara intensif atlet – atlet INKAI Tanah Bumbu untuk menghadapi berbagai kegiatan penting, termasuk menjelang Kejurnas SBY CUP. Kita tidak hanya mendatangkan beliau saja, Insya Allah jika tidak ada halangan kita akan datangkan Pelatih Karate kaliber nasional yang lain seperti Sensei Christine Taroreh, Sensei Baron Bahar, Sensei Endah Jubaedah, Sensei Omita Olga Ompi dan masih banyak lagi yang akan hadir ke Kabupaten Tanah Bumbu. Mohon doanya saja, ujar penyandang DAN II INKAI ini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Dojo SMAN 1 Simpang Empat ini, Kepala SMAN 1 Simpang Empat, Bapak Condro Kasianto mengatakan, sebuah kehormatan besar bagi Dojo INKAI binaannya ada kedatangan Juara Dunia Karate yang memberikan ilmunya di Kabupaten Tanah Bumbu. Sebuah kebanggaan bagi kami dan kami akan terus bersama INKAI akan memajukan karate di Tanah Bumbu, pungkas beliau.






Dalam coaching clinic ini, ditampilkan juga beberapa atraksi kata yang dimainkan oleh beberapa atlet INKAI yang berpotensi seperti Hesnita Daniar dari Dojo Dishubkominfo Kabupaten Tanah Bumbu dan Devi Asriyanti dari Dojo SDN 2 Sei Dua, juga INKAI Kabupaten Tanah Bumbu akan memberangkatkan kembali dua karatekanya untuk berlatih di PP INKAI atas nama Devi Asriyanti dan Edy Faisal dari Dojo Satui.

Senin, 05 September 2011

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA INKAI

Sejarah berdirinya Institut Karate – do Indonesia ( INKAI ) tidak terlepas dari sejarah perkembangan karate di Indonesia. Setelah PORKI terpecah pada tahun 1970an, maka di Indonesia berdirilah beberapa perguruan besar aliran shotokan yang didirikan oleh “alumni” JKA ( JAPAN KARATE ASSOCIATIONS )seperti LEMKARI yang didirikan oleh Anton Lesiangi, INKADO yang didirikan oleh Alm. Baud Adikusumo, dan tentu saja INKAI yang didirikan oleh Sabeth Muchsin.

Kronologis sejarah berdirinya INKAI berawal dari rapat yang dilaksanakan pada tanggal 15 April 1971 ( yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari Jadi INKAI ), bertempat di rumah Nico A. Lumenta ( sekarang Ketua Dewan Guru INKAI ) di Jalan Matraman Dalam Jakarta Pusat. Dalam rapat yang berlangsung mulai jam 09.00 hingga jam 18.00 WIB tersebut dihadiri oleh beberapa karateka eks PORKI seperti, Sabeth Muchsin, Nico A. Lumenta ( Tuan Rumah ), Abdul Latief, Sori Tua Hutagalung (alm.), Albert L. Tobing, Wono Sarono, A.S Siregar ( alm.) dan salah satu karateka INKAI yang belakangan diketahui sebagai pembuat dan menggambar lambang INKAI bernama Harsono Rubio (alm.)

Dalam Rapat tersebut disetujui bahwa sebagai ketua umum INKAI pertama adalah Letjend G.H. Mantik dan sebagai ketua Dewan Guru INKAI Pertama adalah Sabeth Muchsin. Dalam rapat tersebut, juga dibahas tentang lambang INKAI yang digambar oleh Harsono Rubio yang kemudian dikoreksi dan dikritisi oleh tujuh orang anggota dewan guru INKAI tersebut. Belakangan Harsono Rubio menyatakan bahwa lambang INKAI memang dibuat dan digambar oleh beliau, tetapi beliau mengatakan tidak akan mengklaim bahwa beliaulah yang menciptakan lambang INKAI tersebut, melainkan adalah hasil pembahasan bersama antara anggota rapat yang hadir dan mengatakan bahwa INKAI adalah milik bersama.

Dalam sejarahnya INKAI telah banyak melalui rintangan dan cobaan, namun itu tidak membuat INKAI sebagai perguruan karate tidak patah arang, pada perjalanan sejarahnya INKAI telah banyak mencetak segudang prestasi bahkan telah mampu melahirkan juara – juara dunia karate. Tanggal 25 Mei 1971, INKAI resmi berdiri sebagai perguruan anggota FORKI dan oleh PB FORKI, INKAI ditunjuk mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan karate WUKO 1 di Jepang. Dan Inkai juga merupakan anggota resmi  afiliasi JKA yang bekedudukan di Jepang. Dalam perkembangannya INKAI di Indonesia mengalami perkembangan yang begitu pesat ini terbukti bahwa di setiap pelosok tanah air ada Cabang dari perguruan INKAI.

Meski demikian, INKAI sebagai perguruan karate tidak pernah kehilangan citra dan kebesarannya sebagai perguruan karate yang terbaik di Indonesia. Sesuai dengan kata – kata orang bijak, bahwa dalam meraih sebuah kesuksesan memang banyak jalan terjal berliku yang dilalui, tetapi dalam cobaan dan ujian maka kita dapat mengambil hikmah dan mampu bertahan untuk meraih kesuksesan.

Hingga kini INKAI telah berhasil menjadi salah satu perguruan terbaik dan terbesar di Indonesia dengan memiliki Pengprov di seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan INKAI kini mengedepankan semboyan BACK TO BASIC, BACK TO DOJO sebagai penyemangat baru untuk seluruh karateka INKAI di seluruh penjuru Indonesia. Dan INKAI kini dalam rangka pembinaan atlet karate mulai dari usia dini hingga junior telah mengembangkan dojo INKAI Prestasi sebagai sarana regenerasi karateka INKAI yang berkualitas.