Selasa, 20 September 2011
Senin, 05 September 2011
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA INKAI
Sejarah berdirinya Institut Karate – do Indonesia ( INKAI ) tidak
terlepas dari sejarah perkembangan karate di Indonesia. Setelah PORKI terpecah
pada tahun 1970an, maka di Indonesia berdirilah beberapa perguruan besar aliran
shotokan yang didirikan oleh “alumni” JKA ( JAPAN KARATE ASSOCIATIONS )seperti
LEMKARI yang didirikan oleh Anton Lesiangi, INKADO yang didirikan oleh Alm.
Baud Adikusumo, dan tentu saja INKAI yang didirikan oleh Sabeth Muchsin.
Kronologis sejarah berdirinya INKAI berawal dari rapat yang
dilaksanakan pada tanggal 15 April 1971 ( yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari
Jadi INKAI ), bertempat di rumah Nico A. Lumenta ( sekarang Ketua Dewan Guru
INKAI ) di Jalan Matraman Dalam Jakarta Pusat. Dalam rapat yang berlangsung
mulai jam 09.00 hingga jam 18.00 WIB tersebut dihadiri oleh beberapa karateka
eks PORKI seperti, Sabeth Muchsin, Nico A. Lumenta ( Tuan Rumah ), Abdul
Latief, Sori Tua Hutagalung (alm.), Albert L. Tobing, Wono Sarono, A.S Siregar
( alm.) dan salah satu karateka INKAI yang belakangan diketahui sebagai pembuat
dan menggambar lambang INKAI bernama Harsono Rubio (alm.)
Dalam Rapat tersebut disetujui bahwa sebagai ketua umum INKAI pertama
adalah Letjend G.H. Mantik dan sebagai ketua Dewan Guru INKAI Pertama adalah
Sabeth Muchsin. Dalam rapat tersebut, juga dibahas tentang lambang INKAI yang
digambar oleh Harsono Rubio yang kemudian dikoreksi dan dikritisi oleh tujuh
orang anggota dewan guru INKAI tersebut. Belakangan Harsono Rubio menyatakan
bahwa lambang INKAI memang dibuat dan digambar oleh beliau, tetapi beliau mengatakan
tidak akan mengklaim bahwa beliaulah yang menciptakan lambang INKAI tersebut,
melainkan adalah hasil pembahasan bersama antara anggota rapat yang hadir dan
mengatakan bahwa INKAI adalah milik bersama.
Dalam sejarahnya INKAI telah banyak melalui rintangan dan cobaan, namun
itu tidak membuat INKAI sebagai perguruan karate tidak patah arang, pada
perjalanan sejarahnya INKAI telah banyak mencetak segudang prestasi bahkan
telah mampu melahirkan juara – juara dunia karate. Tanggal
25 Mei 1971, INKAI resmi berdiri sebagai perguruan anggota FORKI dan oleh PB
FORKI, INKAI ditunjuk mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan karate WUKO 1 di
Jepang. Dan Inkai juga merupakan anggota resmi
afiliasi JKA yang bekedudukan di Jepang. Dalam perkembangannya INKAI di
Indonesia mengalami perkembangan yang begitu pesat ini terbukti bahwa di setiap
pelosok tanah air ada Cabang dari perguruan INKAI.
Meski demikian, INKAI sebagai perguruan karate tidak pernah kehilangan
citra dan kebesarannya sebagai perguruan karate yang terbaik di Indonesia.
Sesuai dengan kata – kata orang bijak, bahwa dalam meraih sebuah kesuksesan
memang banyak jalan terjal berliku yang dilalui, tetapi dalam cobaan dan ujian
maka kita dapat mengambil hikmah dan mampu bertahan untuk meraih kesuksesan.
Senin, 22 Agustus 2011
ARTI LAMBANG INKAI
Dalam setiap organisasi pasti ada tanda pengenal yang menjadi "trademark" atau sederhananya menjadi ciri khas organisasi tersebut. INKAI pun demikian. Meski banyak orang yang mengklaim dirinya bahwa dialah yang berhak memakai dan memiliki lambang INKAI, ini menandakan bahwa lambang INKAI memiliki harga yang tak ternilai baik dimata karateka INKAI sendiri maupun di mata karateka perguruan lain.
Lambang INKAI memiliki makna yaitu bulatan bumi berwarna merah putih yang diikat sabuk hitam didalam sebuah lingkaran yang berwarna kuning melambangkan anggota INKAI yang bersatu pada ikatan kekeluargaan berdasarkan prinsip - prinsip karate - do.
Sedangkan arti warna dalam lambang INKAI adalah :
- Merah melambangkan keberanian
- Putih melambangkan kesucian
- Hitam melambangkan keteguhan tekad dan percaya diri sendiri
- Kuning melambangkan keanggunan di dalam kepribadian
Selain itu...ada beberapa ungkapan yang memiliki makna yang dalam serta dapat membekas di hati kita bila kita serius mendalami karate sebagai jalan hidup kita. Beberapa ungkapan itu adalah :
- Karate-do adalah seni perkasa untuk pembinaan kepribadian melalui latihan, sehingga karateka dapat mengatasi setiap rintangan yang nyata maupun tidak nyata.
- Kuasailah dirimu sendiri, sebelum kamu menguasai orang lain.
- Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman, kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan.
- Setajam - tajamnya pisau tanpa sering diasah tidak dapat dipakai untuk dipotong.
- Menyombongkan kepintaran berarti kebodohan.
- Berlakulah hormat kepada orang lain, apabila kamu ingin mereka menghormatimu.
- Memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah bukan tujuan akhir dari Karate-do. Tujuan Akhir dari Karate-do adalah kebersihan jiwa.
Langganan:
Postingan (Atom)






